Lawan Kelaparan Lewat Game: Inovasi Siswa Kelas 10 dalam Proyek “Zero Hunger”

Share

Facebook
WhatsApp
Telegram
Threads

smaitthariq.sch.id- Pernahkah kita menyadari betapa banyaknya makanan yang terbuang sia-sia setiap harinya, sementara di belahan dunia lain, bahkan di sekitar kita, masih banyak yang berjuang melawan rasa lapar? Isu kelaparan seringkali terasa jauh dan membosankan untuk dibahas jika hanya sekadar teori di dalam kelas.

Namun, para siswi yang tergabung dalam Student Tech Leader Kelas 10 SMAIT Thariq Bin Ziyad punya cara yang berbeda. Di bawah bimbingan mentor Ibu Siti Aisah, S.Pd., mereka berhasil mengubah isu krisis pangan menjadi sebuah pengalaman interaktif yang menggugah empati melalui media game-based learning

Tim Inovator di Balik Layar

Proyek digital ini lahir dari tangan kreatif kolaborasi siswi lintas kelas:

  • Virsya Hasna Nabilah (Kelas X-2)
  • Halimah Kariim Azhaira (Kelas X-4)
  • Fittryzka Kezia Shamira (Kelas X-6)
  • Rafeyfa Mudhiah Aihiro (Kelas X-6)
  • Hanania Ghaida Khanza (Kelas X-8)
  • Andrea Putri Queenie (Kelas X-8)

Mengubah Teori Menjadi Empati

Masalah utama dari isu kelaparan dan food waste (sampah makanan) adalah kurangnya keterikatan emosional. Kita seringkali abai karena tidak merasakan langsung dampaknya. Melalui game interaktif ini, para siswa diajak untuk:

  • Menjembatani Celah Pemahaman, memahami kompleksitas ketahanan pangan bukan lewat ceramah, melainkan lewat pengambilan keputusan di dalam permainan.
  • Meresapi Nilai Makanan, game ini dirancang untuk mengubah cara pandang kita dalam menghargai setiap butir makanan yang kita konsumsi.
  • Menginspirasi Aksi Nyata, bukan sekadar bermain, proyek ini mendorong setiap pemainnya untuk mulai mengurangi sampah makanan dan mulai peduli pada mereka yang membutuhkan.

Peran Kreativitas dan Mentoring

Proyek ini merupakan bukti nyata bahwa pembelajaran berbasis proyek dapat mengasah kepekaan sosial siswa. Ibu Siti Aisah, S.Pd., sebagai mentor, berperan penting dalam mengarahkan siswa agar elemen permainan yang dibuat tetap sejalan dengan nilai-nilai pendidikan dan target Sustainable Development Goals (SDGs) poin kedua, yaitu Zero Hunger.

Kolaborasi antara teknologi, kreativitas, dan empati ini membuktikan bahwa siswa kelas 10-6 mampu melahirkan solusi digital yang punya dampak sosial nyata. Melalui game ini, kami ingin pesan tentang Zero Hunger tidak hanya berhenti di kepala sebagai pengetahuan, tapi turun ke hati sebagai empati, dan berakhir di tangan sebagai aksi.

Mari Dukung dan Berikan Kontribusi!

Kami mengundang seluruh warga sekolah, Ayah, Bunda, dan teman-teman untuk menyaksikan pengalaman baru dalam memahami isu kelaparan melalui karya inovatif ini. Dengan memahami masalahnya secara interaktif, kita semua diharapkan dapat lebih bijak dalam mengkonsumsi makanan dan berkontribusi bagi mereka yang kekurangan.

Saksikan penjelasan lengkap proyek dan cuplikan game-nya melalui video berikut:

Mari kita dukung langkah kecil siswa-siswi kita untuk dunia yang lebih baik. Karena satu langkah kecil untuk mengurangi sampah makanan adalah langkah besar untuk mengakhiri kelaparan.

Kontributor : Siti Aisah, S.Pd (Guru SMAIT TBZ), Hafidz Anshori, S.T (DC dan Litbang LPIT TBZ)

Leave a Comment