Friday, 01 Mar 2024
  • Membangun Pribadi Shaleh & Cerdas

PENGHALANG HATI

Bekasi (4/05/2023)- Bulan Ramadhan 1444 H telah meninggalkan umat muslim beberapa hari yang lalu. Di bulan Syawal inilah sesungguhnya konsistensi dan keistiqomahan seorang muslim diuji. Apakah berbagai amal ibadah yang dilakukan selama Ramadhan seperti Shoum, Qiyamullail, Tilawah Qur’an, Infaq dan ibadah lainnya masih Istiqomah dilaksanakan ?

Hati manusia benar-benar dalam genggaman Allah dalam segala hal, Dialah Dzat yang membolak-balikkan dan mengendalikan menurut kehendak dan kuasa-Nya. Dan ketahuilah sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya, dan kepada-Nya kalian dikembalikan (9:24). Imam Assudi mengomentari ayat itu dengan berkata : sesungguhnya Allah menghalangi manusia dan hatinya hingga keimanan dan dan kekufuran tidak hinggap dalam hati seorang hamba kecuali atas izin dan kehendak-Nya.

Inilah rahasia fluktuasi iman seorang hamba, kala sekarang naik dan pada kala yang lain menurun, naik sebab taat dan turun sebab maksiat. Tiada pilihan kecuali terus bermohon agar dilimpahi keistiqomahan dalam kebaikan, sebab setelah iman menjadi penghuni hati seorang hamba, tinggallah ia merawat, memelihara, dan menjaganya dengan istiqamah. Jangan sekali-kali mati kecuali sebagai seorang yang berserah diri.

Maka pentinglah kiranya memaparkan penghalang hati untuk selalu istiqamah di jalan kebaikan, sebab ini pertaruhan sekaligus pertarungan abadi antara iman dan kufuran, dan antara  hak dan kesesatan dengan mengambil  hati dalam diri sebagai medan tempurnya, setiap saat setiap detik kehidupan.

Pertama, adalah syaithan, dialah yang  telah mengikat janji kepada Tuhannya yang bersumpah atas nama-Nya untuk menggoda, merayu dan menggelincirkan setiap anak cucu Adam  dari jalan Tuhan hingga sedikit dari mereka yang bersyukur, menganyam benang konspirasi hingga manusia memandang baik suatu keburukan dan kebathilan, dengan tujuan merusak hati dan jiwanya.Merayap masuk ke dalam hati  melalui celah-celah diri yang dipandang lemah, melalui pintu syahwat dan syubhat.

Kedua, fitnah dunia, yang digambarkan Rasul sebagai manis dan menarik pandangan. Jiwa lebih terpengaruh mendapatkan yang cepat dan dekat, daripada yang lambat dan jauh, lebih mengutamakan dunia atas akhirat dan lebih sibuk mengurus dunianya  dari akhiratnya. Imam Ibnul Qayyim mengatakan : sejauhmana seseorang mencintai dunianya maka sejauh itu pula rasa berat untuk taat  mendapatkan akhirat. Rasulullah saw pernah mengkhawatirkan kondisi ini dengan berkata : bukanlah kefakiran yang membuatku takut atas kalian, tetapi yang aku takutkan saat dunia dibentangkan dihadapan kalian hingga berlomba meraihnya, hingga ia membinasakan kalian seperti orang-orang sebelum kalian.

Ketiga, teman buruk, yang punya pengaruh besar melemahkan iman seseorang, dan membuatnya mengalami futur dalam beribadah kepada Allah. Imam Sufyan At Tsauri berkata : tiada yang besar dampaknya dalam merusak iman dan keshalihan seseorang dibandingkan teman buruk. Sebab ia selamanya takkan rela temannya itu menjadi orang baik, maka dengan berbagai cara ia akan menghalanginya dari kebaikan. Rasul memberikan perumpamaan yang indah teman baik dan teman buruk, seperti halnya berteman dengan penjual minyak wangi dan pandai besi.

Baca juga : Keutamaan Bulan Syawwal

Baca juga : Menanam pohon yang baik

Inilah tiga penghalang hati menuju istiqamah dalam beribadah, yang senantiasa menunggu kelalaian hati untuk kemudian meniupkan harapan-harapan palsunya  menjatuhkan diri manusia ke lembah kehinaan . Tiada doa yang pantas dipanjatkan selain : Ya Allah dzat yang membolak-balikkan hati manusia, berikanlah ketetapan hati untuk taat menjalani perintah agamamu. Wallahu a’lam

Sumber : Tulisan (Alm) Ust. M. Ma’mun Salman, M.Pd.I (Alumni Manajer Al-Qur’an LPIT TBZ)

Simak video : Ta’lim Orangtua ” Menjadi Sahabat Al-Qur’an agar Viral Di Langit”

Post Terkait

4 Feb 2024

Info PPDB

0 Komentar

KELUAR