Nikmatnya Sate Kiloan & Hangatnya Kebersamaan

Nikmatnya Sate Kiloan,
Hangatnya Kebersamaan,
dan Reminder Semangat menghafal Al Quran yang menawan,
di Mabit Guru & Karyawan

Rutinitas kerja setiap hari menyebabkan kejenuhan yang apabila tidak diurai maka akan menyebabkan turunnya produktivitas kerja. Untuk menghindari hal tersebut maka guru-guru ikhwan mengadakan kegiatan Mabit Guru yang bertempat di Masjid Atta’wun Puncak.

Setelah beberapa kali tertunda karena padatnya kegiatan sekolah maka akhirnya disepakati pelaksanaan mabit dilaksanakan sabtu ini (9/12). Rombongan berkumpul di sekolah dan berangkat pukul 16.00 WIB. Sebanyak 17 orang yang terbagi dalam dua rombongan mobil pun berangkat. Dalam keberangkatan cuaca hujan disepanjang tol bekasi sempat berpikir bahwa situasi puncak akan sangat dingin. Dan benar saja sepanjang perjalanan rombongan diguyur hujan lebat terutama selepas tol cibubur.

Sepanjang perjalanan akhirnya kami berhenti sejenak di kedai sate kiloan yang tersohor sate kiloan. Lelah, penat dan kedinginan pun terbayar dengan makan sate yang khas, dengan nasi panas dan semangkuk sop yang kami nikmati bersama. Terasa berbeda dengan makan biasanya, timbul canda tawa yang khas dari masing-masing orang yang membuat suasana terasa begitu hangat. Benar apa yang dikatakan sebuah hadis “Berkumpullah kalian ketika makan dan sebutlah Nama Allah Subhanahu wa Ta’ala padanya, maka makanan kalian akan diberkahi.”

Perjalanan kami pun berlanjut ke masjid attawaun. Sesampainya disana kami langsung mempersiapkan diri untuk berlanjut ke acara selanjutnya. Setelah dibuka dengan muraja’ah Al Quran bersama kegiatan diisi dengan kajian keislaman. Kajian keislaman yang pertama diisi dengan tausiyah dari ustadz hamdan yang menyampaikan tentang pentingnya kegiatan ini. Dalam tausiyah yang beliau sampaikan beliau menyampaikan bahwa setiap manusia mempunyai keinginan dan kemauan yang berbeda-beda dimana hal ini tidak bisa disatukan kecuali hati mereka saling bersatu.  Kegiatan ini merupakan upaya untuk menyatukan hati-hati kita (para guru). Adalah penting bagi guru Sekolah Islam Terpadu (SIT) mempunyai kesamaan hati dalam mengarungi dakwah pendidikan. Dimana dakwah ini tidak bisa dipikul sendiri tapi haruslah dipikul bersama-sama dan kesamaan hati merupakan hal yang mutlak diperlukan.

Tausiyah kedua disampaikan oleh Ustadz Luthi Fajri, Lc dimana beliau menyampaikan tentang pengalaman beliau menghafal Al Quran. Beliau menyampaikan bahwa janganlah kita sebagai guru untuk jenuh menghafal Al Quran. Kita sebagai guru SIT harus senantiasa mengistiqamahkan interaksi kita kepada Al Quran dengan membaca dan menghafal Al Quran.  Karena dengan berinteraksinya kita dengan Al Quran adalah sebagai sumber energi kita dalam menghadapi tantangan dalam dakwah pendidikan.

Kegiatan dilanjutkan dengan istirahat untuk  shalat tahajud sampai dengan shalat subuh. Selepas shalat subuh dilanjutkan dengan membaca al matsurat dan packing persiapan untuk pulang untuk sebelumnya sarapan pagi dan pulang kembali ke Bekasi. Diharapkan dengan kegiatan ini bisa meningkatkan kembali kinerja Bapak Guru semua dalam menjalankan aktifitas di sekolah.

Comments are closed.