Inspirasi itu bernama Iwan Rahdianto

Artikel Dari Aulia Rafi Rasyid IPB, 54
Sudahkah kita menginspirasi Siswa kita hari ini ??

11 MARET: DALAM KENANGAN, BAPAK IWAN RAHDIANTO, S.Pd.
.
Sore itu, saat masih duduk di bangku bermatrai SMA, ketika lelah menyapa dan diri ini hendak kembali ke rumah, tak sengaja diri ini bertemu sosoknya.
.
Sosoknya langsung menghampiri jasad ini yang jaraknya tak jauh sambil mengangkat jari telunjuknya seperti yang biasa beliau lakukan. Beliau pun berkata, “Mas Rafi, inget ya, kalau Mas Rafi mau masuk UGM (kampus harapan saat itu), Mas Rafi harus belajar yang rajin. Soalnya, Mas Rafi harus mengalahkan berjuta-juta orang dari penjuru dan pelosok Indonesia.”
.
Sejak itu, perkataan beliau terus mengiang-ngiang di kepala ini. Setiap semangat turun dan merasa putus asa, kalimat tersebut membangunkan kembali keyakinan untuk bisa mencapai kampus impian kala itu.
.
Nyatanya, Allah pun belum menakdirkan untuk bisa sampai di kampus Bulaksumur itu. Namun, Alhamdulillah, Allah berikan pengganti terbaik untuk bisa belajar di kampus pertanian terbaik di Indonesia.
.
Pak, andai Allah masih memberi kesempatan untuk bapak hingga hari ini, ingin rasanya dengan bangga bukan angkuh aku berkata, “Pak, Alhamdulillah, meski belum sampai di kampus impian, tapi saya bisa merealisasikan bagian akhir dari pesan Bapak. Saya bisa mengalahkan jutaan orang yang ada di penjuru dan pelosok Indonesia itu Pak.”
.
11 Maret adalah hari di mana perintah mengenai kekuasaan Indonesia berganti.
11 Maret adalah hari di mana pendirian kampus negeri yang Bapak mengeyam pendidikan tinggi di sana.
Dan, 11 Maret adalah hari di mana Allah meminta Bapak untuk beristirahat dan kembali ke peraduannya.
.
Akhirnya, simpulan pun telah ku tarik.
Biarkan kata itu tersimpan di dalam diri ini.
Ucap terima kasih tiada terkira aku sampaikan.
Panjat doa pun ku ucapkan. Semoga Allah menggelarkan Bapak sebagai insan terbaik dan menempatkan Bapak di tempat terbaik. Aamiin ya Rabbal a’lamin
.
.
.
Bogor, 11 Maret 2018
Muridmu, Mas Rafi

=======

Profil Singkat

Bapak Iwan Rahdianto, S.Pd (1983-2017) adalah guru terbaik SIT Thariq Bin Ziyad yang mengajar di Unit SMAIT Thariq Bin Ziyad. Dalam keseharian beliau mengajar mata pelajar Geografi. Beliau dikenal sebagai guru yang menginspirasi siswa dan rekan-rekan guru lainnya dengan sikap santun kepada semua pihak. Sering perkataan maaf keluar dari mulutnya sebagai salah satu bagian kebiasaan beliau dalam rangka menjaga hati lawan bicara.

Beliau meninggal  11 Maret 2017 di RS Dharmais Jakarta. Beliau meninggal pasca operasi Tumor Otak (2 Februari 2017) yang dideritanya. Beliau meninggalkan satu istri (Ibu Imma Rufaidah, Guru SMPIT Thariq Bin Ziyad) dan dua orang anak.

Comments are closed.