Cuma di SMA IT Thariq

Hari pertama UTS genap seperti biasa kami lakukan, Ulangan yang dilakukan selama seminggu ini kami lakukan bersamaan dengan US (Ujian Sekolah) kelas 12. Dikala banyak sekolah mengadakan terpisah kami justru mengadakan secara bersamaan hal ini untuk menghindari banyaknya libur pada siswa kelas 10 dan 11.

Ada hal yang berbeda pada UTS hari ini, hal ini terjadi pada hari pertama UTS berlangsung. Ditengah hiruk pikuk persiapan UTS ada seorang guru yang tiba-tiba menghadap ingin bertemu. Tidak biasanya guru tersebut datang pagi-pagi, tebakan singkat guru tersebut ingin berdiskusi langsung tentang kegiatan rutin SMA. Berikut percakapan singkat dengan guru tersebut :

Guru tersebut menghampiri penulis yang sedang berkumpul dengan panitia UTS diruang Panitia.

Penulis : “Assalamualaikum, Pak ada waktu sebentar mau menghadap ?”

Guru : “Tentang kegiatan ya bu ? “
Penulis : “Mau diruang kepala atau cukup disini ? “
Guru : “Diruang kepala pak “
Penulis : “Thayyib, Sebentar ya bu saya sedang sarapan nanti saya bertemu ibu sebentar lagi “
Guru : “Baik pak.”

Penulis bergegas menyelesaikan sarapan kemudian keruang guru untuk bertemu dengan guru yang bersangkutan. Penulis pun memanggil guru tersebut.

Penulis : “Assalamualaikum, bu silahkan bu saya sudah selesai, mau menghadap tadi jadi ?”

Guru : “ Ya pak “
Penulis :“ Sebenar ya bu kunci ruang kepala ketinggalan saya minta bantuan petugas K3 untuk membuka. “
Sambil menunggu petugas K3 mencari kunci untuk membuka pintu. Penulis pun bertanya kepada guru tersebut.
Penulis : “ Ada apa bu, mengenai kegiatan sekolah bu ? “
Guru : “ Bukan pak ini mengenai ibu saya ? “ (tersendu-sendu mengucapkan)

Penulis tersentak kaget karena penulis pernah berbicara langsung dengan guru tersebut perihal Ibunya yang terserang stroke.

Guru : “ Ya pak saya mau izin karena ibu saya sedang sakit saya harus pulang hari ini” (tersendu- sendu beliau berbicara)
Penulis : “ Ya bu saya sudah tahu apa yang ingin ibu sampaikan saya izinkan “
Guru : “ Ya pak (tersendu-sendu).”

Sambil dia menahan air matanya, dia mengeluarkan secarik kertas yang dibawa oleh beliau selama perbincangan.

Guru : “ Pak ini saya sudah atur pengganti saya mengawas, InsyaAllah semua tugas saya akan selesaikan sesuai dengan jadwal. Saya mohon maaf sebelumnya karena hal ini ”

Penulis : “ Ya bu silahkan (Terdiam …… kagum) “

Guru tersebut pun kembali keruang guru setelah lama perbincangan walau pun tidak jadi keruang kepala karena kunci yang ada tidak ditemukan pada waktu itu.

Kagum itulah yang sempat terlintas dikepala penulis. Kagum tidak hanya karena beliau adalah guru yang berbakti kepada kedua orang tua tetapi juga disela hajatnya untuk berbakti kepada kedua orang tua dengan cara izin ke sekolah beliau masih menyempatkan mencari pengganti pengawas. Hal yang sebenarnya bisa saja beliau limpahkan ke panitia ujian tetapi hal itu tidak dilakukan.

justru sebaliknya ??? Selamat mendidik semoga Allah menetapkan hati-hati kita dalam jalan ke istiqomah-Nya dalam mendidik umat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *